Tips Menjalankan Strategi Trading Forex Jangka Pendek

berita+ekonomi+1Trading forex jangka panjang memungkinkan para trader untuk memiliki banyak waktu untuk mengamati dan menganalisa trend dan pergerakan mata uang di pasar valuta asing. Hal ini juga membuat mereka memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan keuntungan jika dibandingkan dengan trading forex jangka pendek. Perlu diketahui bahwa berdagang valas dengan jangka pendek mengharuskan para pedagang untuk konsentrasi tinggi, pandai memahami resiko di setiap transaksi, mahir membaca peluang, dan siap menghadapi perubahan nilai mata uang secara mendadak. Oleh sebab itu, hanya sebagian trader saja yang memilih untuk melakukan trading jangka pendek.

Oya, apakah Anda seorang trader pemula yang ingin menerapkan strategi trading jangka pendek? Jika iya, ada baiknya untuk mengikuti tips di bawah ini agar Anda tidak merugi:

Pahami potensi dagang

Ada banyak trader pemula yang tidak menyadari potensi dagang saat melakukan trading. Hal ini menyebabkan mereka harus rela mengalami kerugian besar pada akhirnya. Untuk itu, Anda harus memahami potensi dagang dengan memahami konsep trend. Anda harus mempelajari hal ini terlebih dahulu dan mintalah bantuan para ahli jika Anda kesulitan memahaminya. Pada umumnya, jika Anda menyadari bahwa trend pasar berpotensi naik (uptrend), sebaiknya Anda membuka posisi beli. Sebaliknya, Anda disarankan untuk membuka posisi jual jika trend pasar berpotensi turun (downtrend).

Batasi resiko kerugian

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa trading forex jangka pendek memiliki peluang besar untuk mengalami kerugian. Untuk itu, Anda perlu membatasi resiko kerugian dengan menggunakan fitus stop loss. Dengan adanya fitur ini, Anda tidak akan mengalami rugi besar saat terjadi perubahan trend dan nilai mata uang secara mendadak dan tidak bisa diprediski sebelumnya. Kerugian yang akan dialami hanya 10% dari modal yang dimiliki.

analisa-tehnikal-akurat-forex

Temanku yang juga menjalankan strategi trading forex jangka pendek pernah mengalami masalah serupa. Saat itu, dia tidak menduga jika nilai mata uang dan trend pasar akan berubah secara drastis menuju nilai yang rendah. Alhasil, dia yang sudah membuka posisi, harus rela mengalami kerugian. Untungnya, dia sudah memasang stop-loss pada titik 10% dari modalnya sehingga dia tidak kehilangan seluruh uangnya. Jika tidak membatasi resiko kerugiannya, sudah pasti dia akan merugi dan mungkin juga stres.

Kuasai analisa teknikal

Dalam menjalankan strategi perdagangan valas jangka pendek, Anda diwajibkan untuk tidak hanya menguasai analisa fundamental, tetapi juga analisa teknikal. Hal ini disebabkan karena naik turunnya nilai mata uang saat ini dapat dipengaruhi oleh inflasi, isu politik, pilpres, kebijakan moneter, dan lain sebagainya. Di samping itu juga, Anda  perlu menganalisa pergerakan nilai mata uang di masa yang akan datang agar Anda tidak salah dalam mengambil keputusan. Jika Anda tidak menganalisa hal ini, ada kemungkinan besar Anda akan melakukan kesalahan dalam membuka dan menutup posisi. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam menganalisa secara teknikal adalah indikator dan pattern. Untuk indikator, Anda disarankan untuk membuka posisi buy saat sinyal buy muncul di stochastic dan CCI ketika trend sedang meningkat. Untuk membuka posisi sell, pastikan sinyal sell muncul saat trend sedang menurun. Sedangkan untuk pattern, pahami pattern populer saja, seperti head and shoulder.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *